Catatan dari web radityadika lihat disini
Belakangan ini gue lagi sibuk
mempersiapkan film layar lebar gue tahun ini berjudul Cinta dalam Kardus.
Beberapa kali gue sempet nge-twit soal prosesnya. Nah, buat yang pengen tahu,
ini beberapa hal tentang film Cinta dalam Kardus yang bisa gue share:
salah satu meeting skenario Cinta dalam Kardus
1. Film Cinta dalam Kardus adalah
film layar lebar bergenre komedi romantis. Filmnya tayang pertengahan
tahun ini, kemungkinan besar Juni 2013. Shooting hari pertama adalah tanggal 14
Februari 2013.
2. Inti cerita Cinta dalam
Kardus adalah: Miko, seorang cowok yang canggung, ingin mencoba
standup comedy untuk melupakan problemnya dengan pacarnya, Putri. Namun, ketika
di atas panggung, Miko malah menceritakan barang-barang peninggalan 21 mantan
gebetan-gebetannya yang dia simpan di dalam kardus. Seiring dengan dia
menceritakan barang-barang tersebut, Miko belajar sesuatu yang penting tentang
cinta.
3. Di dalam film ini, gue main
sebagai Miko. Iya, karakter utamanya adalah Miko dari serial Malam Minggu Miko.
Jadi, film Cinta dalam Kardus masih berada di dunia yang sama dengan Malam
Minggu Miko. Karakter Anca dan Rian juga ada di film ini, tapi hanya sedikit,
karena film ini hanya berfokus ke cerita Miko.
4. Skenario film ini ditulis
berdua oleh gue (Raditya Dika) dan mas Salman Aristo. Kami juga dibantu oleh
tim script development dari Wahana Penulis, sebuah perkumpulan penulis-penulis.
5. Sutradaranya film ini adalah
mas Salman Aristo. Sebelum jadi sutradara, Mas Aris adalah penulis skenario
film yang menurut gue salah satu yang terbaik di Indonesia. Mas Aris pernah
menulis skenario Laskar Pelangi, Ayat-Ayat Cinta, Catatan Akhir Sekolah, dan
lain-lain. Sebagai sutradara, mas Aris pernah menyutradarai film Jakarta
Maghrib dan Jakarta Hati.
6. Sejauh ini, pemain film ini
adalah Dahlia Poland,
Ozan Putra, Anizabella
Putri, Wichita
Satari.. dan masih banyak beberapa pemain lain.
7. Sebelum nulis positingan blog
ini, gue sempet minta ke Mas Aris untuk mendeskripsikan film Cinta dalam
Kardus, ini jawaban Mas Aris: “Cinta dalam Kardus mencoba mengulik kisa dari
memori yang kadang lengket dan sengaja dengan apik disimpan. Apakah memang
cinta harus apa adanya atau ada apanya? Ada yang bisa jawab? Biar kita bisa
tumbuh sama-sama?”
8. Film ini bakalan sangat unik,
selama proses development banyak yang bilang film ini bakalan jadi kayak film
essay, sesuatu yang baru di Indonesia. Tapi bagi gue sederhana aja, ini adalah
film komedi-romantis yang sebenernya dari dulu gue pengen buat tapi gak pernah
kesampaian. Ini adalah film tentang cinta, yang sudah terlalu lama tersimpan di
dalam kardus.
We will give our best, doakan
yak!

0 komentar:
Posting Komentar